Sejarah Candlestick Jepang

Angga Binanga 0 Comments

Siapa Sebenarnya Penemu Candlestick Chart?
Munehisa Homma (1724-1803), trader Jepang yang terkenal pada zamannya, adalah orang yang menciptakan candlestick chart yang sekarang digunakan di seluruh dunia. Mungkin ia adalah pelopor dalam teknikal analisis jauh sebelum trader dari benua Eropa dan Amerika menggunakannya. Menurut rumor, hasil profit dari trading yang telah dibukukan Homma setara dengan USD 10 milyar nilai sekarang.
Munehisa Homma melakukan trading pada komoditi beras, yang notabene merupakan salah satu komoditi andalan di Jepang pada masa itu. Karena kemampuan analisa dan prediksinya yang sangat mempuni, Homma diangkat menjadi penasehat keuangan pemerintah Jepang dan mendapatkan gelar kehormatan, “Samurai”.
Berdasarkan rumor juga disebutkan bahwa Homma pernah membukukan profit dalam 100 kali trade secara berturut-turut. Mungkin pergerakan harga waktu itu tidak serumit saat ini, dan perilaku para pelaku pasar juga berbeda. Terlepas dari semua itu, bagaimanapun Homma adalah satu di antara trader pada saat itu yang berhasil menyiasati pasar dengan kemampuan analisanya. Ide menciptakan indikator yang bisa digunakan untuk memprediksi arah trend adalah suatu gagasan yang cemerlang.
Dalam bukunya yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, “The Fountain of Gold –The Three Monkey Record of Money” ditulis pada tahun 1755, Homma menulis bahwa aspek psikologi berperan penting dalam menentukan keberhasilan tading, dan emosi para pelaku pasar sangat menentukan fluktuasi harga komoditi beras. Homma juga memberikan catatan bahwa ketika pergerakan harga bearish adalah waktu yang tepat untuk masuk pasar karena sesudahnya pasti akan naik dengan tajam (bullish), dan begitu sebaliknya.
Pada mulanya Homma membuat catatan harga penutupan beras setiap hari pada kertas kulit dengan maksud untuk menentukan trend arah pasar. Dalam perkembangan selanjutnya, Homma juga mencatat harga pembukaan, harga tertinggi dan terendah setiap hari, dan menggambarkannya seperti pola candlestick yang ada saat ini. Setelah Homma tahu bahwa candlestick ciptaannya banyak digunakan oleh sesama trader, Homma memberikan beberapa nama pola-pola tertentu seperti yang kita ketahui sekarang, seperti doji, harami, marubozu, dan lain sebagainya.
Homma menulis beberapa buku, dan khusus untuk candlestick dijelaskan dalam bukunya dengan sebutan “Sakata Rule”. Sakata rule yang menjelaskan pola-pola candlestick dan cara menggunakannya adalah dasar analisa charting candlestick saat ini. Karena pada saat itu belum ditemukan indikator teknikal seperti RSI, stochastic, dan sebagainya, maka dapat dikatakan bahwa Homma melakukan analisis dan trading dengan price action murni, yang masih relevan hingga kini.
Bagi Munehisa Homma, pola candlestick sangat bermanfaat untuk menetukan arah pergerakan harga beras, dan bagi trader masa kini, ciptaan Homma yang berusia lebih dari 250 tahun ini sangat berguna untuk menganalisa pergerakan harga pasar, tidak hanya pada harga pasar komoditi, tetapi juga pasar instrumen keuangan seperti saham dan forex.

Note!
Untuk mengetahui perjalanan karir Munehisa Homma, dapat dilihat melalui link aktif berikut:


Tinggalkan komentar dan kritik yang membangun. Google

0 komentar: